Tampilkan postingan dengan label sumsum tulang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sumsum tulang. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Juli 2011

Anatomi dan fungsi serebelum

Serebelum adalah bagian terbesar dari otak belakang. Serebelum menempati fosa kranialis posterior dan diatapi tentorium-serebeli, yang merupakan lipatan dura mater yang memisahkannya dart lobus oksipitalis serebri.

Rongga ventrikel keempat memisahkan serebelum dari pons dan medula oblongata. Sebuah celah yang dalam memisahkan serebelum menjadi dua hemisfer, hemisfer kiri dan kanan; dan ke dalam celah itulah falks serebeli, yang merupakan sebuah lipatan dura mater lain, menyelipkan dirinya.

Minggu, 03 April 2011

Struktur Sel darah merah (Eritrosit)

Sistem hematologi tersusun atas darah dan tempat darah diproduksi, termasuk sumsum tulang dan nodus limpa. Darah adalah organ khusus yang berbeda dengan organ lain karena berbentuk cairan.

Darah merupakan medium transpor tubuh, volume darah manusia sekitar 7%-10% berat badan normal dan berjumlah sekitar 5 liter. Keadaan jumlah darah pada tiap-tiap orang tidak sama, bergantung pada usia, pekerjaan, serta keadaan jantung atau pembuluh darah. Darah terdiri atas 2 komponen utama, yaitu sebagai berikut:
1. Plasma darah, bagian cair darah yang sebagian besar terdiri atas air, elektrolit, dan protein darah.
2. Butir-butir darah (blood corpuscles), yang terdiri atas komponen-komponen berikut ini.
- Eritrosit: sel darah merah (SDM—red blood cell).
- Leukosit: sel darah putih (SDP—white blood cell).
- Trombosit: butir pembeku darah—platelet.

Senin, 14 Maret 2011

Trombositopenia dan Trombositemia

TROMBOSITOPENIA
Trombositopenia adalah penurunan jumlah trombosit dalam sirkulasi. Kelainan ini berkaitan dengan peningkatan risiko perdarahan hebat, bahkan hanya dengan cedera ringan atau perdarahan spontan kecil. Trombositopenia ditandai dengan bercak kecil akibat perdarahan di subkutaneus, yang disebut petekie, atau area perdarahan di subkutaneus yang lebih luas, yang disebut purpura.

Senin, 07 Maret 2011

Fisiologi ginjal/ perkemihan

Diperlukan pengetahuan yang jelas tentang fisiologi ginjal agar dapat memahami perubahan fisiokimiawi yang terjadi pada gagal ginjal.

Ultrafiltrasi
Filtrasi adalah proses ginjal dalam menghasilkan urine. Filtrasi plasma terjadi ketika darah melewati kapiler dari glomerulus. Dari proses ultrafiltrasi ini, filtrat glomerular kira-kira 180 liter per hari. Dan volume ini, 99% direabsorpsi oleh ginjal. Oleh karena kemampuan ginjal yang luar biasa untuk mengabsorpsi, rata-rata haluaran urine per hari (orang dewasa) hanya 1-2 liter dari volume filtrat glomerular yang berjumlah 180 liter per hari. Ultrafiltrasi diukur sebagai laju filtrasi glomerulus (glomerular filtration rate, GFR). Secara klinis, GFR diartikan sebagai jumlah filtrat glomerular yang dihasilkan dalam satu menit. GFR pada orang dewasa kira-kira 125 ml per menit (7,5 liter per jam).

Senin, 21 Februari 2011

Jenis Transplantasi Sumsum Tulang

Sumsum tulang adalah jaringan spongiosa yang ditemukan pada bagian dalam rongga tulang. Sumsum tulang yang memiliki fungsi normal kaya akan progenitor atau sel bakal, yang akan mengalami proliferasi menjadi eritrosit matang, leukosit, dan trombosit. Transplantasi sumsum tulang adalah suatu proses menggantikan sumsum tulang yang sakit atau rusak dengan sumsum tulang yang memiliki fungsi normal.

Selasa, 21 Desember 2010

Polisitemia Primer dan Sekunder

Kita harus mempertimbangkan diagnosis polisitemia (peningkatan volume sel darah merah total) pada laki-laki dengan hematokrit yang menetap lebih dari 55% dan pada perempuan dengan hematokrit menetap lebih dari 50%. Ingat penurunan volume plasma juga dapat menyebabkan peningkatan hematokrit. Penting untuk mendiagnosis adanya polisitemia terutama karena implikasi terapetik diagnosis polisitemia primer (polisitemia vera).

Sabtu, 23 Oktober 2010

Pendekatan Penanganan Peningkatan Hematokrit

Berikut ditawarkan sebagai langkah-langkah pendekatan yang logis untuk diagnosis dan evaluasi peningkatan hematokrit (Ht):
1. Apakah ada gambaran klinis yang mengarah ke polisitemia vera?
• Gatal
• Riwayat trombosis arteri
• Splenomegali
• Peningkatan sel darah putih
• Basofil
• Peningkatan jumlah trombosit
• Morfologi trombosit yang abnormal pada sediaan apus.

2. Bila ada tanda-tanda di atas (terutama splenomegali, trombositosis atau lekositosis), hal ini mengarah ke diagnosis polisitemia vera dan dokter harus melengkapi pemeriksaan:
• Masa sel darah merah
• Alkalin fosfatase lekosit
• Kadar Vitamin B12
Pemeriksaan sumsum tulang tidak mutlak perlu tetapi dapat membantu. Biasanya menunjukkan hiperselularitas semua elemen sumsum tulang yang jelas dan tidak ada besi pada pewarnaan besi sumsum tulang.