Dahulu, dokter menganggap penyakit jantung hanya akan dialami oleh kaum pria. Kaum wanita dengan gejala serupa akan didiagnosis dengan penyakit lain selain penyakit jantung yang, faktanya, membunuh mereka. Selama beberapa dekade, dana penelitian di bidang penyakit kardiovaskular terfokus pada riset yang melibatkan hanya kaum pria. Kaum wanita diabaikan. Paling-paling, dalam sebuah publikasi jurnal dikatakan bahwa penemuan-penemuan mereka mungkin juga berlaku untuk kaum wanita. Kini, bisa dikatakan bahwa semua itu tidak selalu benar.
Tampilkan postingan dengan label hipertensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hipertensi. Tampilkan semua postingan
Senin, 11 Juli 2011
Selasa, 21 Juni 2011
Pencegahan Aterosklerosis
Terjadinya pengapuran, hiperlipidemia dan PJP dapat dihindari secara efektif dengan diet sehat dan mencegah overweight. Begitu pula menjauhkan faktor risiko seperti merokok dan mengobati hipertensi dan diabetes. Juga aktivitas fisik secara teratur adalah sangat penting. Telah ternyata bahwa intervensi melalui pola diet sehat dan aktivitas fisik sama efektifnya dengan intervensi melalui obat-obat untuk prevensi.
Sabtu, 28 Mei 2011
Efek penuaan pada pembuluh darah
Arteri
Tunika intima arteri menebal, mulai ada tanda arteriosklerosis. Pada tunika media serat otot diganti jaringan ikat (kolagen). Ketnampuan dilatasi menurun. Tekanan darah lebih tinggi, karena diameter menurun dan tambah kaku. Aorta serta cabang-cabangnya cenderung melebar.
Tunika intima arteri menebal, mulai ada tanda arteriosklerosis. Pada tunika media serat otot diganti jaringan ikat (kolagen). Ketnampuan dilatasi menurun. Tekanan darah lebih tinggi, karena diameter menurun dan tambah kaku. Aorta serta cabang-cabangnya cenderung melebar.
Sabtu, 19 Maret 2011
Penyakit Radang Usus
Penyakit hepatobiliaris bisa mengkomplikasi kolitis ulserativa dan penyakit Crohn. Manifestasi dan keparahannya bervariasi. Perlemakan hati, kolangitis, jejas akibat-obat, hepatitis kronis, fibrosis porta, sirosis, abses hati, infark, trombosis vena porta, kolangitis sklerotikans, karsinoma saluran empedu, dan kolelitiasis semuanya terkait. Komplikasi ini lebih mungkin terjadi pada penderita dengan komplikasi di luar saluran cerna yang tetapi tidak ada korelasi dengan beratnya penyakit radang usus. Penyebab kelainan fungsi hati pada penderita dengan kolitis ulserativa atau penyakit Crohn belum diketahui. Kolektomi total tidak bermanfaat pada manajemen komplikasi hepatobiliaris pada penderita dengan kolitis ulserativa.
Alveolitis fibrosa
Alveolitis fibrosa merupakan penyakit yang tidak diketahui penyebabnya, namun terdapat kemungkinan akibat autoimun, di mana terjadi reaksi inflamasi pada dinding alveolus yang menyebabkan fibrosis pulmonal. Kelainan ini lebih sering terjadi pada pria, dan pada kelompok usia 40-70 tahun. Prognosis buruk dengan mortalitas dalam waktu 5 tahun melebihi 50%.
Senin, 14 Maret 2011
Limfadenopati dan Splenomegali
LIMFADENOPATI
Limfadenopati atau hiperplasia limfoid adalah pembesaran kelenjar limfe sebagai respons terhadap proliferasi limfosit T atau limfosit B. Limfadenopati biasanya terjadi setelah infeksi suatu mikroorganisme.
Limfadenopati regional merupakan indikasi adanya infeksi lokal. Sedangkan limfadenopati generalisata biasanya merupakan indikasi adanya infeksi sistemik seperti AIDS, atau gangguan otoimun seperti artritis rematoid atau lupus eritematosus sistemik. Biasanya, limfadenopati dapat mengindikasikan adanya keganasan.
Limfadenopati atau hiperplasia limfoid adalah pembesaran kelenjar limfe sebagai respons terhadap proliferasi limfosit T atau limfosit B. Limfadenopati biasanya terjadi setelah infeksi suatu mikroorganisme.
Limfadenopati regional merupakan indikasi adanya infeksi lokal. Sedangkan limfadenopati generalisata biasanya merupakan indikasi adanya infeksi sistemik seperti AIDS, atau gangguan otoimun seperti artritis rematoid atau lupus eritematosus sistemik. Biasanya, limfadenopati dapat mengindikasikan adanya keganasan.
Minggu, 12 Desember 2010
Edema Serebri
PENDAHULUAN
Edema serebri atau edema otak adalah keadaan patologis terjadinya akumulasi cairan di dalam jaringan otak sehingga meningkatkan volume otak. Dapat terjadi peningkatan volume intraseluler (lebih banyak di daerah substansia grisea) maupuri ekstraseluler (daerah substansia alba), yang menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intrakranial.
ETIOLOGI
Edema otak dapat muncul pada kondisi neurologis dan nonneurologis:
1. Kondisi neurologis: Stroke iskemik dan perdarahan intraserebral, trauma kepala, tumor otak, dan infeksi otak.
2. Kondisi non neurologis: Ketoasidosis diabetikum, koma asidosis laktat, hipertensi maligna, ensefalopati, hiponatremia, ketergantungan pada opioid, gigitan reptil tertentu, atau high altitude cerebral edema (HACE).
Edema serebri atau edema otak adalah keadaan patologis terjadinya akumulasi cairan di dalam jaringan otak sehingga meningkatkan volume otak. Dapat terjadi peningkatan volume intraseluler (lebih banyak di daerah substansia grisea) maupuri ekstraseluler (daerah substansia alba), yang menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intrakranial.
ETIOLOGI
Edema otak dapat muncul pada kondisi neurologis dan nonneurologis:
1. Kondisi neurologis: Stroke iskemik dan perdarahan intraserebral, trauma kepala, tumor otak, dan infeksi otak.
2. Kondisi non neurologis: Ketoasidosis diabetikum, koma asidosis laktat, hipertensi maligna, ensefalopati, hiponatremia, ketergantungan pada opioid, gigitan reptil tertentu, atau high altitude cerebral edema (HACE).
Sabtu, 23 Oktober 2010
Pendekatan Penanganan Peningkatan Hematokrit
Berikut ditawarkan sebagai langkah-langkah pendekatan yang logis untuk diagnosis dan evaluasi peningkatan hematokrit (Ht):
1. Apakah ada gambaran klinis yang mengarah ke polisitemia vera?
• Gatal
• Riwayat trombosis arteri
• Splenomegali
• Peningkatan sel darah putih
• Basofil
• Peningkatan jumlah trombosit
• Morfologi trombosit yang abnormal pada sediaan apus.
2. Bila ada tanda-tanda di atas (terutama splenomegali, trombositosis atau lekositosis), hal ini mengarah ke diagnosis polisitemia vera dan dokter harus melengkapi pemeriksaan:
• Masa sel darah merah
• Alkalin fosfatase lekosit
• Kadar Vitamin B12
Pemeriksaan sumsum tulang tidak mutlak perlu tetapi dapat membantu. Biasanya menunjukkan hiperselularitas semua elemen sumsum tulang yang jelas dan tidak ada besi pada pewarnaan besi sumsum tulang.
1. Apakah ada gambaran klinis yang mengarah ke polisitemia vera?
• Gatal
• Riwayat trombosis arteri
• Splenomegali
• Peningkatan sel darah putih
• Basofil
• Peningkatan jumlah trombosit
• Morfologi trombosit yang abnormal pada sediaan apus.
2. Bila ada tanda-tanda di atas (terutama splenomegali, trombositosis atau lekositosis), hal ini mengarah ke diagnosis polisitemia vera dan dokter harus melengkapi pemeriksaan:
• Masa sel darah merah
• Alkalin fosfatase lekosit
• Kadar Vitamin B12
Pemeriksaan sumsum tulang tidak mutlak perlu tetapi dapat membantu. Biasanya menunjukkan hiperselularitas semua elemen sumsum tulang yang jelas dan tidak ada besi pada pewarnaan besi sumsum tulang.
Langganan:
Postingan (Atom)