Tampilkan postingan dengan label enzim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label enzim. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Juli 2011

Fungsi dan Sintesis Protein

Pengetahuan mengenai struktur protein sangat penting untuk memahami fungsi-fungsi faal tubuh. Asam amino berfungsi sebagai sumber utama bahan bakar dan sebagai prekursor untuk sintesis protein tubuh kita. Fungsi pro-tein bermacam-macam. Protein berfungsi memindahkan berbagai senyawa melalui aliran darah dan melintasi membran. Protein merupakan komponen yang memungkinkan otot berkontraksi, sehingga dapat terjadi gerakan. Dalam bentuk antibodi dan komponen lain dalam sistem kekebalan, protein melindungi kita dari infeksi oleh organisme asing. Protein juga mencegah kehilangan darah dengan membentuk serangkaian proses yang diakhiri dengan pembentukan bekuan darah.

Sabtu, 14 Mei 2011

Malabsorpsi Gula Susu

Kasus tidak tahan terhadap gula susu (lactose) paling sering ditemukan. Usus kekurangan enzim lactase sehingga gula susu gagal diserap usus. Normalnya, karbohidrat dipecah-pecah menjadi gula yang lebih sederhana disakarida dan monosakarida. Gula sederhana ini yang akan diserap oleh jonjot-jonjot usus menjadi gula paling sederhanya atau gula tunggal (monosakarida) oleh tiga jenis enzim yakni laktase, sukrase, dan maltase menjadi glukosa dan galaktosa.

Apabila ada gangguan pada salah satu enzim di atas, penyerapan gula sederhana akan terganggu sehingga terjadi kasus malabsorpsi. Tergantung enzim mana yang kurang, kita melihat beragam kasus malabsorpsi makanan atau minuman sebagaimana tampak dalam tabel di atas.

Selasa, 05 April 2011

Teknik Dasar Sidik Jari DNA

Sidik jari DNA berdasarkan pada deteksi fragmen terpotong dengan hibridisasi Southern dengan urutan seperti ditunjukkan pada gambar di bawah. Sampel DNA diisolasi dan dipotong dengan enzim restriksi Hinfl. Enzim ini mengenal 4 pasang basa (GANTC) sehingga frekuensi pengenalannya lebih besar. Hal ini berakibat fragmen yang dihasilkan berukuran kecil. Akan tetapi enzim ini tidak memotong di dalam minisatelit. Fragmen DNA yang dihasilkan dipisahkan dengan elektroforesis gel agarosa. Fragmen yang membawa minisatelit berukuran di atas rata-rata ukuran fragmen dan panjangnya sesuai dengan jumlah satuan sekuen terulang. Fragmen ini dipindahkan dan difiksasi pada membran dan diinkubasi dengan pelacak berlabel yang akan menempel pada daerah minisatelit pada membran sehingga terjadi hibridisasi spesifik.

Minggu, 03 April 2011

Struktur Sel darah merah (Eritrosit)

Sistem hematologi tersusun atas darah dan tempat darah diproduksi, termasuk sumsum tulang dan nodus limpa. Darah adalah organ khusus yang berbeda dengan organ lain karena berbentuk cairan.

Darah merupakan medium transpor tubuh, volume darah manusia sekitar 7%-10% berat badan normal dan berjumlah sekitar 5 liter. Keadaan jumlah darah pada tiap-tiap orang tidak sama, bergantung pada usia, pekerjaan, serta keadaan jantung atau pembuluh darah. Darah terdiri atas 2 komponen utama, yaitu sebagai berikut:
1. Plasma darah, bagian cair darah yang sebagian besar terdiri atas air, elektrolit, dan protein darah.
2. Butir-butir darah (blood corpuscles), yang terdiri atas komponen-komponen berikut ini.
- Eritrosit: sel darah merah (SDM—red blood cell).
- Leukosit: sel darah putih (SDP—white blood cell).
- Trombosit: butir pembeku darah—platelet.

Rabu, 15 Desember 2010

Proses Pembentukan asam urat

Asam urat merupakan hasil akhir dari metabolisme purin, baik purin yang herasal dari bahan pangan maupun dari hasil pemecahan purin asam nukleat tubuh. Dalam serum, urat terutama berada dalam bentuk natrium urat, sedangkan dalam saluran urin, urat dalam bentuk asam urat.

Pada orang normal, jumlah pool asam urat kurang lebih 1.000 mg dengan kecepatan turn over 600 mg/hari. Berdasarkan pool asam urat ini, penderita gout dapat dihedakan 2 grup. Grup pertama terdiri dari penderita gout yang mengalami sedikit kenaikan dari besarnya total pool yaitu ± 1.300 mg dengan turn over normal ± 650 mg/had. Grup kedua, penderita gout dengan kenaikan yang jelas dari besarnya pool ± 2.400 mg dengan turn over ± 1.200 mg (Kuntjoro, 1975).