Tampilkan postingan dengan label Ginjal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ginjal. Tampilkan semua postingan
Jumat, 08 Juni 2012
Artikel Cuci Darah
Bagaimana proses cuci darah pada penderita gagal ginjal dilakukan? Apa raja yang harus dipersiapkan penderita? Setiap berapa lama periode waktu cuci darah dilakukan? Apakah ada solusi lain cara mengatasi penderita gagal ginjal? Berikut beberapa artikel mengenai cuci darah yang bisa berguna buat Anda:
Sabtu, 14 April 2012
Kelainan/Penyakit pada Sistem Ekskresi Manusia
Sistem ekskresi pada manusia tidak selamanya dapat berjalan secara normal. Pada kondisi tertentu, sistem tersebut dapat mengalami kelainan sehingga mempengaruhi kerja alat tubuh lainnya. Berikut ini beberapa kelainan/penyakit yang terjadi pada sistem ekskresi manusia.
a. Nefritis
Nefritis (radang ginjal) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus. Nefritis kronis sering kali terjadi pada orang lanjut usia (manula). Penyakit ini ditandai dengan tekanan darah yang tinggi, pengerasan pada pembuluh darah ginjal, serta kerusakan pada bagian glomerulus dan tubulus.
Kerusakan glomerulus dapat menyebabkan urea dan asam urat masuk kembali ke dalam darah. Peristiwa demikian disebut uremia. Adanya urine di dalam darah dapat menyebabkan terganggunya proses penyerapan air sehingga terjadi penimbunan air di kaki atau disebut edema.
a. Nefritis
Nefritis (radang ginjal) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus. Nefritis kronis sering kali terjadi pada orang lanjut usia (manula). Penyakit ini ditandai dengan tekanan darah yang tinggi, pengerasan pada pembuluh darah ginjal, serta kerusakan pada bagian glomerulus dan tubulus.
Kerusakan glomerulus dapat menyebabkan urea dan asam urat masuk kembali ke dalam darah. Peristiwa demikian disebut uremia. Adanya urine di dalam darah dapat menyebabkan terganggunya proses penyerapan air sehingga terjadi penimbunan air di kaki atau disebut edema.
Kamis, 12 April 2012
Cuci darah (dialisis)
Apabila fungsi ginjal untuk membuang zat-zat sisa metabolik yang beracun dan kelebihan cairan dari tubuh sudah sangat menurun (lebih dari 90 persen) sehingga tidak mampu lagi menjaga kelangsungan hidup penderita gagal ginjal, maka harus dilakukan dialisis (cuci darah) sebagai terapi pengganti fungsi ginjal. Ada dua jenis dialisis, yaitu: hemodialisis (cuci darah dengan mesin dialiser), dan dialisis peritonial (cuci darah melalui perut).
Minggu, 28 Agustus 2011
Nefrosklerosis
Nefrosklerosis
Apabila stenosis arteri ginjal dapat mengakibatkan hipertensi, hipertensi dapat menyebabkan nefrosklerosis atau kerusakan pada arteri ginjal, arteriola, dan glomeruli. Hipertensi merupakan penyebab kedua terjadinya penyakit ginjal tahap akhir. Sekitar 10% individu pengidap hipertensi esensial akan mengalami penyakit ginjal tahap akhir.Jumat, 01 April 2011
Asuhan keperawatan selama hemodialisis
Hemodialisis adalah pengalihan darah pasien dari tubuhnya melalui dialiser yang terjadi secara difusi dan ultrafiltrasi, kemudian darah kembali lagi ke dalam tubuh pasien. Hemodialisis memerlukan akses ke sirkulasi darah pasien, suatu mekanisme untuk membawa darah pasien ke dan dari dialiser (tempat terjadi pertukaran cairan, elektrolit, dan zat sisa tubuh), serta dialiser.
Senin, 21 Maret 2011
Foto Radiologis Edema Paru
Edema paru yang disertai dengan jantung yang membesar biasanya disebabkan oleh kegagalan janiung. Bila ukuran jantung normal, edema bisa terjadi karena ginjal atau Pemberian cairan intravenous yang berleblhan. Ciri khasnya ialah bahwa edema paru cepat berubah dengan pengobatan den bisa berubah pula gambarannya dengan perubahan posisi penderita. Sering disertai effusi pleura. Edema paru bisa juga berasal dari paru, misalnya mountain sickness, tenggelam, inhalasi asap atau gas racun.
Kamis, 10 Maret 2011
Edema idiopatik
Sindroma ini yang terjadi hampir eksklusif pada perempuan, ditandai khas oleh episode edema periodik, sering disertai oleh distensi abdomen. Perubahan diurnal berat badan (hampir besar) terjadi dengan retensi ortostatik natrium dan air, sehingga pasien dapat benambah berat beberapa pon setelah berdiri selama beberapa jam. Perubahan berat badan diurnal yang besar ini menunjukkan adanya peningkatan permeabilitas kapiler dengan keparahan yang tampak berfluktuasi dan ditimhulkan oleh udara panas.
Senin, 07 Maret 2011
Fisiologi ginjal/ perkemihan
Diperlukan pengetahuan yang jelas tentang fisiologi ginjal agar dapat memahami perubahan fisiokimiawi yang terjadi pada gagal ginjal.
Ultrafiltrasi
Filtrasi adalah proses ginjal dalam menghasilkan urine. Filtrasi plasma terjadi ketika darah melewati kapiler dari glomerulus. Dari proses ultrafiltrasi ini, filtrat glomerular kira-kira 180 liter per hari. Dan volume ini, 99% direabsorpsi oleh ginjal. Oleh karena kemampuan ginjal yang luar biasa untuk mengabsorpsi, rata-rata haluaran urine per hari (orang dewasa) hanya 1-2 liter dari volume filtrat glomerular yang berjumlah 180 liter per hari. Ultrafiltrasi diukur sebagai laju filtrasi glomerulus (glomerular filtration rate, GFR). Secara klinis, GFR diartikan sebagai jumlah filtrat glomerular yang dihasilkan dalam satu menit. GFR pada orang dewasa kira-kira 125 ml per menit (7,5 liter per jam).
Ultrafiltrasi
Filtrasi adalah proses ginjal dalam menghasilkan urine. Filtrasi plasma terjadi ketika darah melewati kapiler dari glomerulus. Dari proses ultrafiltrasi ini, filtrat glomerular kira-kira 180 liter per hari. Dan volume ini, 99% direabsorpsi oleh ginjal. Oleh karena kemampuan ginjal yang luar biasa untuk mengabsorpsi, rata-rata haluaran urine per hari (orang dewasa) hanya 1-2 liter dari volume filtrat glomerular yang berjumlah 180 liter per hari. Ultrafiltrasi diukur sebagai laju filtrasi glomerulus (glomerular filtration rate, GFR). Secara klinis, GFR diartikan sebagai jumlah filtrat glomerular yang dihasilkan dalam satu menit. GFR pada orang dewasa kira-kira 125 ml per menit (7,5 liter per jam).
Langganan:
Postingan (Atom)