Pada manusia, asam urat merupakan hasil akhir metabolisme purin, sedangkan purin adalah protein yang termasuk golongan nukleo protein.
Purin berasal atau didapat dari makanan dan berasal dari penghancuran sel-sel tubuh yang sudah tua.
Pembuatan atau sintesis purin juga bisa dilalcukan oleh tubuh sendiri dari bahan-bahan seperti:
- CO,
- Glutamin
- Glisin
- Asam aspartat
- Asam folat
Tampilkan postingan dengan label plasma darah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label plasma darah. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 30 April 2011
Selasa, 05 April 2011
Bilirubin direk dan Bilirubin indirek
Bilirubin di dalam darah adalah sebagai hasil pemecahan haem. Butir darah merah yang sudah cukup umurnya akan mati dan diproses di limpa. Isi butir darah merah, hemoglobin akan dipecah menjadi haem dan globin. Haem akan dipecah lagi menjadi zat besi dan bilirubin. Zat besi hasil pecahan ini akan digunakan lagi untuk membentuk hemoglobin, sedangkan bilirubin akan ditranspor ke liver dan dikumpulkan dalam empedu digunakan untuk mencerna lemak.
Bilirubin direk
Bilirubin yang ditranspor ke liver berupa bilirubin direk yaitu bilirubin yang melekat pada albumin. Bilirubin direk yang terikat pada albumin tidak larut dalam air, karenanya tidak didapati di urin. Nilai normal bilirubin direk adalah 0,1-0,4 g/dt.
Bilirubin direk
Bilirubin yang ditranspor ke liver berupa bilirubin direk yaitu bilirubin yang melekat pada albumin. Bilirubin direk yang terikat pada albumin tidak larut dalam air, karenanya tidak didapati di urin. Nilai normal bilirubin direk adalah 0,1-0,4 g/dt.
Kategori:
albumin,
bakteri,
Bilirubin,
Bilirubin direk,
Bilirubin indirek,
ginjal,
globin,
haem,
hemoglobin,
Laboratorium,
lemak,
plasma darah,
tinja,
urobilin,
urobilinogen,
usus,
zat besi
Minggu, 03 April 2011
Struktur Sel darah merah (Eritrosit)
Sistem hematologi tersusun atas darah dan tempat darah diproduksi, termasuk sumsum tulang dan nodus limpa. Darah adalah organ khusus yang berbeda dengan organ lain karena berbentuk cairan.
Darah merupakan medium transpor tubuh, volume darah manusia sekitar 7%-10% berat badan normal dan berjumlah sekitar 5 liter. Keadaan jumlah darah pada tiap-tiap orang tidak sama, bergantung pada usia, pekerjaan, serta keadaan jantung atau pembuluh darah. Darah terdiri atas 2 komponen utama, yaitu sebagai berikut:
1. Plasma darah, bagian cair darah yang sebagian besar terdiri atas air, elektrolit, dan protein darah.
2. Butir-butir darah (blood corpuscles), yang terdiri atas komponen-komponen berikut ini.
- Eritrosit: sel darah merah (SDM—red blood cell).
- Leukosit: sel darah putih (SDP—white blood cell).
- Trombosit: butir pembeku darah—platelet.
Darah merupakan medium transpor tubuh, volume darah manusia sekitar 7%-10% berat badan normal dan berjumlah sekitar 5 liter. Keadaan jumlah darah pada tiap-tiap orang tidak sama, bergantung pada usia, pekerjaan, serta keadaan jantung atau pembuluh darah. Darah terdiri atas 2 komponen utama, yaitu sebagai berikut:
1. Plasma darah, bagian cair darah yang sebagian besar terdiri atas air, elektrolit, dan protein darah.
2. Butir-butir darah (blood corpuscles), yang terdiri atas komponen-komponen berikut ini.
- Eritrosit: sel darah merah (SDM—red blood cell).
- Leukosit: sel darah putih (SDP—white blood cell).
- Trombosit: butir pembeku darah—platelet.
Kategori:
elektrolit,
enzim,
eritrosit,
Hematologi,
hemoglobin,
inti sel,
Komponen eritrosit,
Laboratorium,
Leukosit,
mitokondria,
pembuluh darah,
Penyakit Dalam,
plasma darah,
protein darah,
red blood cell,
sel darah merah,
Struktur Eritrosit,
sumsum tulang,
trombosit,
white blood cell
Senin, 06 Desember 2010
Fungsi kelenjar tiroid
Kelenjar endokrin menghasilkan suatu sekresi internal yang dibebaskan ke dalam sistem darah dan limfe serta diedarkan ke seluruh tubuh. Kelenjar tiroid terdiri atas sel-sel folikel yang menghasilkan dan mensintesis hormon-hormon tiroid dan kalsitonin. Pelepasan hormon ini dikontrol oleh kelenjar hipotalamus dan hipofisis. Dua hormon tiroid yang disekresikan adalah tiroksin (T4) dan triiodotironin (T). Hormon-hommn ini berfungsi meningkatkan laju pembebasan energi dari karbohidrat dan laju sintesis protein. Hormon-honnon ini juga mengatur kecepatan pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak serta merangsang sistem saraf.
Langganan:
Postingan (Atom)