Tampilkan postingan dengan label bakteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bakteri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 April 2011

Bilirubin direk dan Bilirubin indirek

Bilirubin di dalam darah adalah sebagai hasil pemecahan haem. Butir darah merah yang sudah cukup umurnya akan mati dan diproses di limpa. Isi butir darah merah, hemoglobin akan dipecah menjadi haem dan globin. Haem akan dipecah lagi menjadi zat besi dan bilirubin. Zat besi hasil pecahan ini akan digunakan lagi untuk membentuk hemoglobin, sedangkan bilirubin akan ditranspor ke liver dan dikumpulkan dalam empedu digunakan untuk mencerna lemak.

Bilirubin direk
Bilirubin yang ditranspor ke liver berupa bilirubin direk yaitu bilirubin yang melekat pada albumin. Bilirubin direk yang terikat pada albumin tidak larut dalam air, karenanya tidak didapati di urin. Nilai normal bilirubin direk adalah 0,1-0,4 g/dt.

Jumat, 18 Maret 2011

Gastroenteritis Akut

Gastroenteritis akut merupakan penyebab tersering kedua infeksi pada anak setelah selesma.

Etiologi biasanya adalah virus walaupun infeksi bakteri dan protozoa dapat juga terjadi. Infeksi virus antara lain disebabkan oleh virus Norwalk, rotavirus (muncul pada saat muslin dingin), enterovirus (muncul pada saat musim panas), koronavirus, dan adenovirus. Infeksi bakteri ditandai dengan adanya hematokezia atau adanya mukus di dalam tinja dan disebabkan infeksi oleh Salmonella, Shigella, Campy/Owlet; Yersinia. Escherichia coli patogen, dan spesies Clostridium difficile dapat menyebabkan kolitis pseudomembranosa yang menimbulkan nyeri abdomen dan diare. terutama setelah pernakaian antibiotik. Giardia lamblia dan Coptosporidium adalah parasit yang menyebabkan wabah di tempat perawatan. Giardia juga ditemukan di air sumur yang tercemar.

Kamis, 13 Januari 2011

Penyakit Kulit Impetigo

Impetigo adalah infeksi kulit superfisial yang biasanya disebabkan oleh stafilokokus atau streptokokus grup A. Impetigo terdiri atas dua jenis, vesikular dan bulosa.

Impetigo vesikular sangat sering terjadi pada anak, ditandai dengan adanva pustul berisi cairan berwarna seperti madu di kulit yang dapat pecah dan membentuk krusta. Impetigo vesikular sangat menular, dan mudah ditularkan dari satu bagian tubuh ke bagian lain, serta dari orang ke orang melalui kontak.
Neonatus dapat mengalami impetigo bulosa akibat kontaminasi silang di ruang bersalin. Impetigo ini disebabkan Staphylococcus aureus (sangat menular). Penyakit ini ditandai dengan vesikel yang dapat pecah dan membentuk krusta. Setiap area tubuh dapat terinfeksi.

Senin, 08 November 2010

4 fungsi kulit

Berikut 4 fungsi kulit pada tubuh Anda:
a. Fungsi proteksi
Kulit merupakan bagian luar tubuh yang menutupi organ-organ tubuh manusia. Berdasarkan lokasinya, ketebalan kulit berbeda-beda, sesuai dengan fungsinya. Misalnya, kulit telapak kaki merupakan kulit yang tebal, sedangkan kulit bibir, dada, dan paha kulit tampak lebih tipis. Kadang-kadang di bagian kulit yang tipis, secara transparan, tampak pembuluh darah.

Telapak kaki berfungsi menahan beban tubuh. Karenanya harus memiliki lapisan selaput tanduk yang tebal. Kulit bagian punggung lebih tebal dibandingkan dengan kulit dada. Kulit tangan yang sering terpajan (terpapar) sabun, minyak, dan sebagainya juga mengalami penebalan. Contohnya kulit telapak tangan. Bagian kulit yang sering tertekan atau digaruk akan menebal (kapalan) setempat. Hal ini terjadi akibat sifat atau fungsi proteksi kulit.