Tampilkan postingan dengan label glomerulonefritis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label glomerulonefritis. Tampilkan semua postingan
Minggu, 28 Agustus 2011
Edema Generalisata
Edema umum lebih sering berkaitan dengan penyakit dasar yang signifikan (Bagan Alur 31.2). Bukti keterlibatan sistemik dapat tampak dari anamnesis. Anamnesis dan pemeriksaan fisik awal sebaiknya mencakup perhatian yang saksama pada sistem kardiovaskular. Manifestasi gagal jantung kongestif biasanya sudah lanjut sebelum edema muncul. Langkah kritis pada evaluasi edema adalah pemeriksaan urine untuk bukti proteinuria yang signifikan. Anak dengan proteinuria yang berada di dalam rentang nefrotik, hipoalbuminemia, edema, dan hiperkolesterolemia menderita sindrom nefrotik. evaluasi sebaiknya meliputi penyelidikan adanya kemungkinan infeksius atau sistemik berdasarkan riwayat dan pemeriksaan fisik. Khususnya, pasien yang berusia kurang dari 6 bulan sebaiknya diperiksa untuk adanya sifilis. Ditemukannya azotemia, oliguria, edema, hematuria, dan hipertensi menunjukkan nefritis, yang paling sering terjadi sekunder akibat glomerulonefritis postinfeksius dan berkaitan dengan penurunan kadar C3 serum.
Kamis, 13 Januari 2011
Penyakit Kulit Impetigo
Impetigo adalah infeksi kulit superfisial yang biasanya disebabkan oleh stafilokokus atau streptokokus grup A. Impetigo terdiri atas dua jenis, vesikular dan bulosa.
Impetigo vesikular sangat sering terjadi pada anak, ditandai dengan adanva pustul berisi cairan berwarna seperti madu di kulit yang dapat pecah dan membentuk krusta. Impetigo vesikular sangat menular, dan mudah ditularkan dari satu bagian tubuh ke bagian lain, serta dari orang ke orang melalui kontak.
Neonatus dapat mengalami impetigo bulosa akibat kontaminasi silang di ruang bersalin. Impetigo ini disebabkan Staphylococcus aureus (sangat menular). Penyakit ini ditandai dengan vesikel yang dapat pecah dan membentuk krusta. Setiap area tubuh dapat terinfeksi.
Impetigo vesikular sangat sering terjadi pada anak, ditandai dengan adanva pustul berisi cairan berwarna seperti madu di kulit yang dapat pecah dan membentuk krusta. Impetigo vesikular sangat menular, dan mudah ditularkan dari satu bagian tubuh ke bagian lain, serta dari orang ke orang melalui kontak.
Neonatus dapat mengalami impetigo bulosa akibat kontaminasi silang di ruang bersalin. Impetigo ini disebabkan Staphylococcus aureus (sangat menular). Penyakit ini ditandai dengan vesikel yang dapat pecah dan membentuk krusta. Setiap area tubuh dapat terinfeksi.
Langganan:
Postingan (Atom)