Tampilkan postingan dengan label jamur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jamur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 April 2011

Farmakodinamik & Farmakokinetik Eritromisin

Eritromisin, turunan dari bakteri seperti jamur, Streptomyces erythraeus, pertama kali diperkenalkan pada awal tahun 1950an. Eritromisin menghambat sintesis protein. Dalam dosis rendah sampai sedang, that ini mempunyai efek bakteriostatik, dan dengan dosis tinggi, efeknya bakterisidal. Eritromisin dapat diberikan melalui oral atau intravena. Karena asam lambung merusak obat, berbagai garam eritromisin (contoh etilsuksinat, stearat, dan estolat) dipakai untuk mengurangi disolusi (pecah menjadi partikel-partikel kecil) di dalam lambung dan memungkinkan absorpsi terjadi pada usus halus. Untuk pemakaian intravena, senyawa, eritromisin laktobionat dan eritromisin gluseptat, dipakai untuk meningkatkan absorpsi obat.

Kamis, 17 Maret 2011

Kanker Hati Akibat Aflatoksin

Aflatoksin telah diketahui merupakan bahan yang bersifat karsinogenik dan hepatotoksik pada binatang tikus dan kera. Negara-negara yang banyak mengonsumsi jenis-jenis makanan yang sering terkontaminasi aflatoksin, seperti kacang tanah, bungkil, oncom, sambal pecal, kedelai, jagung, dan beras terbukti mempunyai insidensi kanker hati relatif lebih besar dibandingkan negara-negara yang sedikit mengonsumsi makanan seperti di atas.

Senin, 08 November 2010

4 fungsi kulit

Berikut 4 fungsi kulit pada tubuh Anda:
a. Fungsi proteksi
Kulit merupakan bagian luar tubuh yang menutupi organ-organ tubuh manusia. Berdasarkan lokasinya, ketebalan kulit berbeda-beda, sesuai dengan fungsinya. Misalnya, kulit telapak kaki merupakan kulit yang tebal, sedangkan kulit bibir, dada, dan paha kulit tampak lebih tipis. Kadang-kadang di bagian kulit yang tipis, secara transparan, tampak pembuluh darah.

Telapak kaki berfungsi menahan beban tubuh. Karenanya harus memiliki lapisan selaput tanduk yang tebal. Kulit bagian punggung lebih tebal dibandingkan dengan kulit dada. Kulit tangan yang sering terpajan (terpapar) sabun, minyak, dan sebagainya juga mengalami penebalan. Contohnya kulit telapak tangan. Bagian kulit yang sering tertekan atau digaruk akan menebal (kapalan) setempat. Hal ini terjadi akibat sifat atau fungsi proteksi kulit.