Tampilkan postingan dengan label Sindrom nefrotik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sindrom nefrotik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Agustus 2011

Edema Generalisata

Edema umum lebih sering berkaitan dengan penyakit dasar yang signifikan (Bagan Alur 31.2). Bukti keterlibatan sistemik dapat tampak dari anamnesis. Anamnesis dan pemeriksaan fisik awal sebaiknya mencakup perhatian yang saksama pada sistem kardiovaskular. Manifestasi gagal jantung kongestif biasanya sudah lanjut sebelum edema muncul. Langkah kritis pada evaluasi edema adalah pemeriksaan urine untuk bukti proteinuria yang signifikan. Anak dengan proteinuria yang berada di dalam rentang nefrotik, hipoalbuminemia, edema, dan hiperkolesterolemia menderita sindrom nefrotik. evaluasi sebaiknya meliputi penyelidikan adanya kemungkinan infeksius atau sistemik berdasarkan riwayat dan pemeriksaan fisik. Khususnya, pasien yang berusia kurang dari 6 bulan sebaiknya diperiksa untuk adanya sifilis. Ditemukannya azotemia, oliguria, edema, hematuria, dan hipertensi menunjukkan nefritis, yang paling sering terjadi sekunder akibat glomerulonefritis postinfeksius dan berkaitan dengan penurunan kadar C3 serum.

Kamis, 14 April 2011

Jenis Cairan dan Penyebab Efusi Pleura

Jenis Cairan Pada Efusi Pleura
Cairan pada efusi pleura dapat digolongkan menjadi transudat dan eksudat. Untuk membedakan transudat dan eksudat digunakan kriteria Light, yaitu:

Cairan efusi dikatakan transudat jika memenuhi dua dari tiga kriteria:
1. Rasio kadar protein cairan efusi pleura/kadar protein serum < 0,5
2. Rasio kadar LDH cairan efusi pleura/kadar LDH serum < 0,6 3. Kadar LDH cairan efusi pleura <2/3 batas atas nilai normal kadar LDH serum.
Jika angka tersebut terlampaui, efusi pleura termasuk jenis eksudat.

Senin, 28 Februari 2011

Penyakit Ginjal Pada Anak

Sindrom Nefrotik (SN)
Sindrom nefrotik dapat merupakan manifestasi sejumlah kesatuan klinis. Sindrom nefrotik ditandai dengan awitan edema yang tersembunyi disertai proteinuria masif, hipoalbuminemia, dan hiperkolesterolemia. Pada sindrom nefrotik primer, penyakit ini terbatas pada ginjal, sedangkan sindrom nefrotik sekunder terjadi selama perjalanan penyakit sistemik. Kriteria klinis yang dapat diterima untuk memastikan proteinuria masif adalah: (a) kehilangan protein melalui urine sebanyak 40 mg/m2/jam, atau (b) rasio protein urine:kreatinin urine lebih dari 1,0 pada sekali pemeriksaan urine. Rasio yang kurang dari 0,15 adalah normal; rasio yang lebih dari 1,0 memberi kesan proteinuria pada rentang-nefrotik; dan rasio lebih dari 2,5 merupakan diagnostik pada sindrom nefrotik. Anak-anak biasanya mengalami edema ketika kadar serum albumin kurang dari 2,7 g/dl.