Tampilkan postingan dengan label gagal jantung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gagal jantung. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Agustus 2011

Edema Generalisata

Edema umum lebih sering berkaitan dengan penyakit dasar yang signifikan (Bagan Alur 31.2). Bukti keterlibatan sistemik dapat tampak dari anamnesis. Anamnesis dan pemeriksaan fisik awal sebaiknya mencakup perhatian yang saksama pada sistem kardiovaskular. Manifestasi gagal jantung kongestif biasanya sudah lanjut sebelum edema muncul. Langkah kritis pada evaluasi edema adalah pemeriksaan urine untuk bukti proteinuria yang signifikan. Anak dengan proteinuria yang berada di dalam rentang nefrotik, hipoalbuminemia, edema, dan hiperkolesterolemia menderita sindrom nefrotik. evaluasi sebaiknya meliputi penyelidikan adanya kemungkinan infeksius atau sistemik berdasarkan riwayat dan pemeriksaan fisik. Khususnya, pasien yang berusia kurang dari 6 bulan sebaiknya diperiksa untuk adanya sifilis. Ditemukannya azotemia, oliguria, edema, hematuria, dan hipertensi menunjukkan nefritis, yang paling sering terjadi sekunder akibat glomerulonefritis postinfeksius dan berkaitan dengan penurunan kadar C3 serum.

Kamis, 09 Juni 2011

Pengobatan krisis tiroid

Ada tiga komponen utarna pengobatan krisis tiroid, yaitu: koreksi hipertiroidisme, menormalkan dekompensasi mekanisme homeostatik dan pengobatan terhadap faktor pencetus.

1. Koreksi Hipertiroidisme
a. Menghambat Sintesis Hormon Tirid
Obat yang dipilih adalah profiltiourasil (PTU) atau metimasol. PTU lebih banyak dipilih karena dapat menghambat konversi T4 menjadi T3 di perifer. PTU diberikan lewat selang nasogastrik dengan dosis awal 600-1000 mg kemudian diikuti 200-250 mg setiap 4 jam (dosis total 1200-1500 mg/hari). Metimasol diberikan dengan dosis 20 mg tiap 4 jam (dosis total 120 mg/hari), bisa diberikan dengan atau tanpa dosis awal 60-100 mg

Sabtu, 21 Mei 2011

Pola Pernapasan: Cheyne-Stokes dan Pernapasan Yang berisik

Pernapasan Cheyne-Stokes
Pernapasan Cheyne-Stokes paling sering dihubungkan dengan gagal jantung dan berkurang dengan keberhasilan pengobatan. Kelainan batang otak, mungkin dalam pusat pernapasan di medula, dapat menimbulkan pernapasan Cheyne-Stokes tanpa gagal jantung. Penyakit pernapasan yang berat juga menimbulkan hipoksia neuron medula yang umum dan final. Interpretasi lebih terpusat pada prognosis daripada etiopatogenesis yang rinci. Setelah yakin bahwa, polanya hukan hiperventilasi karena panik—saat komponen hipopneik diketahui—banyak pengamat memandang pernapasan Cheync-Stokes sebagai suatu tanda kematian yang mengancam.

Kamis, 14 April 2011

Jenis Cairan dan Penyebab Efusi Pleura

Jenis Cairan Pada Efusi Pleura
Cairan pada efusi pleura dapat digolongkan menjadi transudat dan eksudat. Untuk membedakan transudat dan eksudat digunakan kriteria Light, yaitu:

Cairan efusi dikatakan transudat jika memenuhi dua dari tiga kriteria:
1. Rasio kadar protein cairan efusi pleura/kadar protein serum < 0,5
2. Rasio kadar LDH cairan efusi pleura/kadar LDH serum < 0,6 3. Kadar LDH cairan efusi pleura <2/3 batas atas nilai normal kadar LDH serum.
Jika angka tersebut terlampaui, efusi pleura termasuk jenis eksudat.