Kanker kolorektal adalah kanker usus besar, yang terdiri dari usus besar dan dubur. Insiden ini kanker usus meningkat pada tingkat yang mengkhawatirkan di Asia Tenggara dan dapat menjadi nomor satu jenis kanker selama 10 sampai 20 tahun.
Pendidikan kesehatan tetap landasan di deteksi dini kanker ini, yang dapat disembuhkan. Cari gejala sugestif kanker kolorektal sangat penting. Gejala termasuk kebiasaan tidak teratur usus, meningkatkan sembelit, diare gigih, kehadiran darah di bangku, distension perut dan sakit. Orang-orang dengan gejala ini harus mencari perhatian medis sesegera mungkin.
Tampilkan postingan dengan label Digestif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Digestif. Tampilkan semua postingan
Senin, 09 April 2012
Kamis, 09 Juni 2011
Cedera pada Limpa
Limpa merupakan organ abdomen yang paling sering mengalami cedera akibat trauma tumpul; cedera limpa terjadi pada seperempat dari trauma tumpul organ visera. Lebih kurang 30 sampai 40 persen pasien dengan cedera limpa menunjukkan tekanan sistolik dibawah 100 mmHg. Tanda-tanda lain yang sangat meyakinkan adanya cedera limpa yaitu: riwayat cedera yang walaupun ringan, diikuti oleh nyeri abdomen terutama kuadran kiri atas; nyeri bahu kiri; dan sinkop. Elevasi tungkai ditempat tidur atau tekanan pada regio subkostal kiri kadang kala menimbulkan nyeri pada puncak bahu kiri. Ciri diagnostik termasuk: peningkatan atau penurunan hematokrit, leukositosis Iebih dari 15.000, foto rontgen yang memperlihatkan fraktur iga kiri bawah, letak lambung bergeser, gambaran tepi limpa menghilang. Pada kasus meragukan dilakukan parasentesis abdominal dan bilasan peritoneum diagnostik yang sangat membantu menegakkan diagnosis.
Saat ini CT scan merupakan prosedur pilihan baik untuk pasien anak maupun dewasa. Angka ruptur limpa yang lambat adalah kurang dari 1 persen dari lebih 600 orang pasien.
Saat ini CT scan merupakan prosedur pilihan baik untuk pasien anak maupun dewasa. Angka ruptur limpa yang lambat adalah kurang dari 1 persen dari lebih 600 orang pasien.
Senin, 28 Maret 2011
Penyakit Batu Empedu
Hingga dekade ke-6, 20% wanita dan 10% pria menderita batu empedu dan prevalensinya meningkat dengan bertambahnya usia, walaupun umumnya selalu pada wanita. Dalam masyarakat Barat, batu yang terbanyak ditemukan adalah batu kolesterol atau campuran kolesterol-kalsium bilirubin. Patogenesisnya tidak seluruhnya dimengerti. namun faktor-faklor yang dapat membentuk empedu litogenik mencakup peningkatan kandungan kolesterol, berkurangnya asam empedu dan stasis biliaris. Pada sebagian besar kasus, batu empedu adalah asimtomatik dan hanya 10% mengalami gejala setelah 5 tahun. Batu empedu menyebabkan 3 kelainan utama: kolesistitis, kolik biliaris dan koledokolitiasis.
Penyakit Hirschsprung
Penyakit Hirschsprung, juga disebut megakolon kongenital,biasanya dimanifestasikan pada saat masih bayi dan disebabkan oleh tidak adanya sel ganglion parasimpatik kongenital di dalam pleksus submukosul dan intramuskular dari salah satu atau lebih segmen kolon. Seluruh kolon dan bahkan usus halus kadang-kadang terkena. Bila kolon terkena, usus menjadi sangat membesar, tidak ada peristalsis pada bagian tanpa ganglion. Pada megakolon, daerah tanpa ganglion dalam keadaan kontraksi tanpa relaksasi sehingga menimbulkan obstruksi fungsional.
Masalah anorektal
Masalah anorektal membuat distres karena individu akan merasakan nyeri dan malu, dan pada beberapa kasus individu merasa ragu untuk mencari bantuan profesional. Akan tetapi, banyak masalah pada akhirnya dapat ditangani, namun sangat penting untuk menyingkirkan patologi yang serius, seperti kanker pada saluran cerna.
Kamis, 10 Maret 2011
Struktur dan Fungsi Pada Peritonitis
STRUKTUR
Peritoneum adalah lapisan tunggal dari sel-sel mesotelial di atas dasar fibroelastik. Terbagi menjadi bagian viseral, menutupi usus dan mesenterium; dan bagian parietal yang melapisi dinding abdomen dan berhubungan dengan fasia muskular. Pasokan darah datang dari struktur di bawahnya. Persarafan lebih spesifik. Peritoneum viseralis relatif tidak sensitif, hanya berespons terhadap traksi atau regangan. Peritoneum parietale mempunyai komponen somatik dan viseral dan memungkinkan lokalisasi stimulus yang berbahaya yang menimbulkan defans muskular dan nyeri lepas.
Peritoneum adalah lapisan tunggal dari sel-sel mesotelial di atas dasar fibroelastik. Terbagi menjadi bagian viseral, menutupi usus dan mesenterium; dan bagian parietal yang melapisi dinding abdomen dan berhubungan dengan fasia muskular. Pasokan darah datang dari struktur di bawahnya. Persarafan lebih spesifik. Peritoneum viseralis relatif tidak sensitif, hanya berespons terhadap traksi atau regangan. Peritoneum parietale mempunyai komponen somatik dan viseral dan memungkinkan lokalisasi stimulus yang berbahaya yang menimbulkan defans muskular dan nyeri lepas.
Langganan:
Postingan (Atom)